Sengketa Status Tanah Wakaf Pasca Pelebaran Bangunan Mushola Annur di Desa Bremi Kec. Gembong Kab. Pati Dalam Perspektif Hukum Islam

Faqihuddin, Hanif (2022) Sengketa Status Tanah Wakaf Pasca Pelebaran Bangunan Mushola Annur di Desa Bremi Kec. Gembong Kab. Pati Dalam Perspektif Hukum Islam. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[thumbnail of 01 COVER.pdf] Text
01 COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 02 ABSTRAK.pdf] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (73kB)
[thumbnail of 03 DAFTAR ISI.pdf] Text
03 DAFTAR ISI.pdf

Download (74kB)
[thumbnail of 04 BAB I.pdf] Text
04 BAB I.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of 05 BAB II.pdf] Text
05 BAB II.pdf

Download (214kB)
[thumbnail of 06 BAB III.pdf] Text
06 BAB III.pdf

Download (90kB)
[thumbnail of 07 BAB IV.pdf] Text
07 BAB IV.pdf

Download (183kB)
[thumbnail of 08 BAB V.pdf] Text
08 BAB V.pdf

Download (74kB)
[thumbnail of 09 DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (76kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang " Status Tanah Wakaf Pasca Pelebaran Bangunan Mushola An-Nur di Desa Bermi Kec. Gembong Kab. Pati ". Sebagian besar bangunan Mushola An – Nur didirikan di atas tanah wakaf yang sudah disertifikasi berdasarkan prosedur perwakafan di Indonesia. Sehingga status tanah yang berdirikan bangunan mushola adalah jelas, yaitu termasuk tanah wakaf. Setelah beberapa tahun berdiri, untuk menanggapi bertambahnnya jamaah dan sebagai suatu upaya pengembangan aset wakaf, bangunan Mushola An – Nur diperlebar dengan ukuran 6 meter persegi. Pokok permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada bagaimana status tanah wakaf pasca pelebaran bangunan mushola tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum dengan menggunakan metode kualitatif Normatf-Empiris. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu pihak Pengurus Mushola An – nur dan data sekunder yaitu diperoleh dari buku-buku, jurnal, maupun artikel-artikel internet. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Wujud status tanah pasca pelebaran bangunan Mushola An – Nur belum mengalami perubahan sertifikasi status tanah wakaf, dan nadzhir tidak mengetahui persertifikatan tanah wakaf. 2) Faktor-faktor pemicu terjadinya sengketa tanah wakaf adalah: Masalah kepentingan atau kebutuhan yang berbeda; Masalah struktur kekuasaan dan ketidakseimbangan kekuasaan. 3) Status tanah wakaf pasca pelebaran mempunyai implikasi tersendiri bagi keluarga dan masyarakat. Bila ada kebijakan yang memungkinkan merubah tatanan lingkungan sekitar maka, karena Mushola An-Nur dibagun di atas tanah yang merupakan milik per orangan. Selain itu bangunan mushola tersebut belum disertifikasi wakaf. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa status tanah wakaf pasca pelebaran bangunan Mushola belum sepenuhnya tersertifikasi wakaf walaupun tanah nya jelas tanah wakaf. Sarannya perlu adanya pemahaman akan pentingnya Akta Ikrar Wakaf bagi masyarakat khususnya Wakif atau yang ingin mewakafkan tanahnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Latif, M. Abdul
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tanah Wakaf, Pasca Pelebaran, Sertifikasi
Subjects: Fiqih, Hukum Islam > Muamalat, Muamalah > Pemberian > Shadaqah, Sedekah
Fiqih, Hukum Islam > Muamalat, Muamalah > Shadaqah, Sedekah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 30 Mar 2023 07:47
Last Modified: 30 Mar 2023 07:47
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/9560

Actions (login required)

View Item View Item