Tradisi Tawassul Di Pesarean Mbah Reso Bumi dan Nyai Tunjung Sari Di Desa Bategede Dalam Perspektif Aqidah Islamiyah

Muntholib, Abdul (2022) Tradisi Tawassul Di Pesarean Mbah Reso Bumi dan Nyai Tunjung Sari Di Desa Bategede Dalam Perspektif Aqidah Islamiyah. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 01. COVER.pdf] Text
01. COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 02. ABSTRAK.pdf] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (274kB)
[thumbnail of 03. DAFTAR ISI.pdf] Text
03. DAFTAR ISI.pdf

Download (383kB)
[thumbnail of 04. BAB I.pdf] Text
04. BAB I.pdf

Download (901kB)
[thumbnail of 05. BAB II.pdf] Text
05. BAB II.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 06. BAB III.pdf] Text
06. BAB III.pdf

Download (481kB)
[thumbnail of 07. BAB IV.pdf] Text
07. BAB IV.pdf

Download (702kB)
[thumbnail of 08. BAB V.pdf] Text
08. BAB V.pdf

Download (294kB)
[thumbnail of 09. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (396kB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui gambaran prosesi tawassul di Pesarean Mbah Reso Bumi dan Nyai Tunjung Sari 2) Untuk memahami fungsi tradisi bertawassul di Mbah Reso Bumi dan Nyai Tunjung Sari dalam perspektif aqidah islamiyah 3) Untuk mengetahui keimanan para peziarah di Pesarean Mbah Reso Bumi dan Nyai Tunjung Sari. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat peziarah dan juru kunci. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil dari penelitian ini adalah Tradisi tawassul yang dilakukan di Pesarean Mbah Reso Bumi dan Nyai Tunjung Sari adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada sang Kholiq. Puncak pelaksanaanya adalah 10 Suro (kalender jawa) / 10 Muharram (kalender hijriyah) bertepatan dengan haul makam tersebut, tetapi karena banyak masyarakat yang mempunyai hajat dengan kebutuhan dan waktu masing-masing, maka pesarean tersebut dibuka untuk masyarakat Desa Bategede pada setiap hari Ahad malam Senin dan Rabu malam Kamis. Prektek dan tatacara bertawassul masyarakat Desa Bategede meliputi 1) membawa kembang dan ingkung, 2) wudhu 3) salam, 4) izin bertawassul, 5) tahlil serta doa, dan 6) memakan ingkung yang telah di bawa. Sedangkan ditinjau dari segi aqidah islamiyah bahwasanya dengan adanya budaya tawassul di pesarean Mbah Reso Bumi dan Nyai Tunjung Sari 1) masyarakat diajarkan agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah, 2) masyarakat diajarkan untuk saling berbagi dengan sesamanya, 3) masyarakat lebih mempunyai prilaku yang baik guna menghormati budaya yang ada. Tawassul hanyalah merupakan pintu dan perantara dalam berdoa untuk menuju Allah SWT. Maka tawassul bukanlah termasuk syirik karena orang yang bertawasul meyakini bahwa hanya Allah-lah yang akan mengabulkan semua doa. Ada beberapa akhlak atau keimanan yang harus dilakukan atau diimani oleh diantaranya adalah bersikap tawakkal, taqwa, mempunyai niat baik, dan sabar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tradisi, Tawasul, Aqidah Islamiyah
Subjects: Akidah dan Ilmu Kalam > Kepercayaan Aliran dan Sekte-sekte dalam Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 30 May 2022 02:50
Last Modified: 30 May 2022 02:50
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/7116

Actions (login required)

View Item View Item