Tinjauan Fikih Tentang Penetapan Puasa Arafah Yang Tidak Sesuai Dengan Penetapan Wukuf

Sholih, Abdur Rochman (2020) Tinjauan Fikih Tentang Penetapan Puasa Arafah Yang Tidak Sesuai Dengan Penetapan Wukuf. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 1. COVER-KATA PENGANTAR.pdf] Text
1. COVER-KATA PENGANTAR.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. ABSTRAK.pdf] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (405kB)
[thumbnail of 3. DAFTAR ISI.pdf] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (273kB)
[thumbnail of 4. BAB I.pdf] Text
4. BAB I.pdf

Download (725kB)
[thumbnail of 5. BAB II.pdf] Text
5. BAB II.pdf

Download (863kB)
[thumbnail of 6. BAB III.pdf] Text
6. BAB III.pdf

Download (282kB)
[thumbnail of 7. BAB IV.pdf] Text
7. BAB IV.pdf

Download (748kB)
[thumbnail of 8. BAB V.pdf] Text
8. BAB V.pdf

Download (424kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (461kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah: (1) Mengapa sering terjadi perbedaan tentang penetapan puasa Arafah di Indonesia dengan pelaksanaan wukuf di Arafah (2) Bagaimana penetapan puasa hari Arafah yang tidak sesuai dengan hari wukuf di Arafah menurut fikih. Adapun dalam hal ini, peneliti menggunakan metode penelitian library research dengan pendekatan kualitatif. Sumber datanya diperoleh melalui data primer yaitu, Alquran dan Hadits, selain itu juga menggunakan data sekunder yang mencakup buku-buku, kitab-kitab, dokumen-dokumen, hasil penelitian yang berwujud laporan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alasan seringnya terjadi perbedaan penetapan puasa Arafah adalah adanya perbedaan metode yang diambil dalam menetukan awal bulan kamariah dan adanaya ikhtilāful ulama’ yaitu perbedaan pendapat antara mazhab satu dengan mazhab yang lain. Dalam penentuan tanggal 1 Zulhijah kaitannya dengan pelaksanaan puasa hari Arafah, menurut fikih mazhab Syafi’i bahwa penentuan awal bulan harus berdasarkan penanggalan kamariah di tempat masing-masing, di sebabkan karena berbeda wilayah, dan tidak dibenarkan untuk mengikuti matlak negara lain. Menurut fikih mazhab Hambali jika dalam penentuan awal bulan kamariah terbukti bahwa bulan sabit sudah terlihat di suatu tempat, dekat atau jauh semua orang wajib mengikutinya, dan hukum mereka menganut yang sudah melihat bulan sabit tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Fikih, Puasa Arafah, Wukuf
Subjects: Fiqih, Hukum Islam
Fiqih, Hukum Islam > Ibadah > Puasa
Fiqih, Hukum Islam > Ibadah > Puasa > Puasa Sunah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 25 Mar 2021 02:19
Last Modified: 25 Mar 2021 02:19
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/3733

Actions (login required)

View Item View Item