LARANGAN KAWIN HAMIL OLEH TOKOH MASYARAKAT DESA SAMIREJO KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

MUZAYYAN, MUHAMMAD DURRUL (2018) LARANGAN KAWIN HAMIL OLEH TOKOH MASYARAKAT DESA SAMIREJO KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 01 COVER.pdf] Text
01 COVER.pdf

Download (916kB)
[thumbnail of 02 ABSTRAK.pdf] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (67kB)
[thumbnail of 03 DAFTAR ISI.pdf] Text
03 DAFTAR ISI.pdf

Download (78kB)
[thumbnail of 04 BAB I.pdf] Text
04 BAB I.pdf

Download (254kB)
[thumbnail of 05 BAB II.pdf] Text
05 BAB II.pdf

Download (303kB)
[thumbnail of 06 BAB III.pdf] Text
06 BAB III.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of 07 BAB IV.pdf] Text
07 BAB IV.pdf

Download (318kB)
[thumbnail of 08 BAB V.pdf] Text
08 BAB V.pdf

Download (74kB)
[thumbnail of 09 DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (77kB)

Abstract

Larangan kawin hamil yang ada di Desa Samirejo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan pemahaman yang sudah ada cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latarbelakang adanya larangan kawin hamil di di Desa Samirejo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus serta bagaimana hukum Islam tentang kawin hamil. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi. Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan maka ditemukan alasan yang melatarbelakangi larangan kawin hamil di Desa Samirejo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus yaitu adanya masyarakat yang ingin terjaga nilai-nilai luhurnya, menghindari hal yang bersifat negatif seperti hamil diluar nikah, menjaga nasab anak yang lahir agar menjadi jelas, dan yang terpenting adalah adanya efek jera bagi yang melakukan zina serta menjadi upaya pencegahan agar tidak terjadi kasus yang sama. Hukum larangan kawin hamil dalam Islam tedapat perbedaan pendapat diantaranya adalah Mazhab Syafi’i yang memperbolehkan tanpa syarat apapun. Mazhab Hanafi juga memperbolehkan tetapi dengan syarat yaitu jika yang menikahi bukan laki-laki yang menzinahi, maka tidak boleh melakukan hubungan suami isteri sebelum anak lahir. Sedangkan Mazhab Maliki tidak membolehkan perkawinan wanita hamil zina secara mutlak. Mazhab Hambali memperbolehkan kawin hamil bagi wanita yang hamil zina setelah bertaubat. Penggunaan KHI di Indonesia telah disepakati menjadi hukum yang berlaku di Indonesia khusus bagi masyarakat beragama Islam yang menyatakan bahwa kawin hamil bisa dilaksanakan dan sah jika syarat dan rukun perkawinan terpenuhi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Larangan Kawin Hamil; Hukum Kawin Hamil; Hukum Islam
Subjects: Fiqih, Hukum Islam > Hukum Perkawinan (Munakahat)
Fiqih, Hukum Islam > Hukum Perkawinan (Munakahat) > Nikah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 03 May 2019 07:03
Last Modified: 03 May 2019 07:03
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/2495

Actions (login required)

View Item View Item