Mayat Diadzab karena Ditangisi Keluarganya (Kajian Ma’anil Hadits)

Fidiyaningsih, Ida (2018) Mayat Diadzab karena Ditangisi Keluarganya (Kajian Ma’anil Hadits). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 01. COVER.pdf] Text
01. COVER.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of 02. ABSTRAK.pdf] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (260kB)
[thumbnail of 03. DAFTAR ISI.pdf] Text
03. DAFTAR ISI.pdf

Download (304kB)
[thumbnail of 04. BAB I.pdf] Text
04. BAB I.pdf

Download (857kB)
[thumbnail of 05. BAB II.pdf] Text
05. BAB II.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 06. BAB III.pdf] Text
06. BAB III.pdf

Download (525kB)
[thumbnail of 07. BAB IV.pdf] Text
07. BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 08. BAB V.pdf] Text
08. BAB V.pdf

Download (291kB)
[thumbnail of 09. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (479kB)

Abstract

Peneliti menggunakan beberapa metode dan pendekatan ma’anil hadits yaitu: metode memahami hadits sesuai dengan petunjuk al-Qur’an, menghimpun hadits-hadits yang setema, memahami hadits seseuai dengan asbabul wurudnya, dan memastikan makna kata dalam hadits terutama makna nihayah. Adapun pendekatan yang digunakan peneliti dalam menyempurnakan pemahaman hadits tersebut adalah pendekatan kebahasaan, pendekatan histori yakni melakukan kajian atas realitas situasi dimana pernyataan suatu hadits muncul dan pendekatan psikologi yakni menangkap makna universal yang tercakup dalam hadits, selanjutnya merelevansikan makna hadits yang diperoleh dari proses generalisasi ke dalam realitas ke kehidupan kekinian, sehingga memiliki makna praktis bagi problematika hukum dan kemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kualitas hadits tersebut shohih, jadi untuk memahami maknanya boleh menggunakan ilmu Ma’anil Hadits. 2) Mayit diadzab di dalam kubur karena ditangisi keluarganya, sebelum sepeninggalannya berwasiat kepada kerabat atau keluarganya meminta untuk ditangisi. Jadi adzab tersebut terjadi karena kesalahan si mayit sendiri bukan dari kesalahan orang lain. Meratapi mayit merupakan kebiasaan orang jahiliyah. 3) Dalam konteks kekinian, hadits ini direlevansikan pada umat Islam bahwa, ketika mendapatkan musibah, bersedihlah yang sewajarnya saja, jangan sampai mencakar wajah dan lain-lain seperti kebiasaan orang jahiliyah. Siapapun yang ditinggal anggota keluarganya meninggal dunia pasti akan bersedih dan menangis, itu adalah fitrah manusia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Hadits; Kitab Shohih Bukhari; Mayit diadzab; Ma’anil Hadits
Subjects: Hadits dan Ilmu yang berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 30 Apr 2019 02:33
Last Modified: 30 Apr 2019 02:33
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/2453

Actions (login required)

View Item View Item