IMPLEMENTASI BIMBINGAN KEAGAMAAN TERHADAP PECANDU NARKOBA DI INSTITUSI PENERIMAAN WAJIB LAPOR PESANTREN REHABILITASI SOSIAL NAPZA AL-MA’LAA DESA GETASREJO KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN

RABBANI, ARHAM ABID (2018) IMPLEMENTASI BIMBINGAN KEAGAMAAN TERHADAP PECANDU NARKOBA DI INSTITUSI PENERIMAAN WAJIB LAPOR PESANTREN REHABILITASI SOSIAL NAPZA AL-MA’LAA DESA GETASREJO KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 01. COVER.pdf] Text
01. COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 02. ABSTRAK.pdf] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (497kB)
[thumbnail of 03. DAFTAR ISI.pdf] Text
03. DAFTAR ISI.pdf

Download (356kB)
[thumbnail of 04. BAB I.pdf] Text
04. BAB I.pdf

Download (503kB)
[thumbnail of 05. BAB II.pdf] Text
05. BAB II.pdf

Download (675kB)
[thumbnail of 06. BAB III.pdf] Text
06. BAB III.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of 07. BAB IV.pdf] Text
07. BAB IV.pdf

Download (578kB)
[thumbnail of 08. BAB V.pdf] Text
08. BAB V.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of 09. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (446kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian yang penulis lakukan ini adalah: (1) Untuk mengetahui implementasi bimbingan keagamaan terhadap Pecandu Narkoba di Institusi Penerimaan Wajib Lapor Pesantren Rehabilitasi Sosial NAPZA Al-Ma’laa Desa Getasrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. (2) Untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan terhadap pecandu narkoba dan solusi yang diberikan penulis terkait hambatan tersebut di Institusi Penerimaan Wajib Lapor Pesantren Rehabilitasi Sosial NAPZA Al-Ma’laa Desa Getasrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi. Sedangkan pengambilan sampling informan menggunakan teknik nonprobality sampling. Penentuannya menggunakan purposive sampling. Jumlah informan penelitian sebanyak enam orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama a) Pelaksanaan bimbingan keagamaan terhadap pecandu narkoba di Lembaga tersebut dilaksanakan oleh para konselor adiksi. b) Bimbingan keagamaan berupa sholat lima waktu, tadarus al-Quran, thaharah, qiyamullail, shalat dhuha, tahlil, pengajian agama. c) Pelaksanaan rehabilitasi berlangsung selama 4 bulan. d) Pelaksanaan rehabilitasi terlaksana di program observasi, program primary dan program re-entry. e) Perubahan yang dialami para pecandu narkoba di antaranya ketenangan jiwa, perubahan perilaku, perubahan pola hidup. Kedua a) Hambatan yang dijumpai dalam proses bimbingan keagamaan terhadap pecandu narkoba adalah kurang mampunya konselor adiksi untuk selalu sabar dalam memberikan bimbingan, pembimbing harus mampu menyesuaikan dengan klien, kurang mampunya konselor adiksi dalam mendisiplinkan klien dan masih kurangnya informasi mengenai klien karena kurangnya hubungan klien dengan pihak keluarga. b) Solusi yang diberikan penulis ialah evaluasi setelah pelaksanaan bimbingan, jalin kerjasama antara konselor dengan klien, kesepakatan kontrak tentang aturan dalam proses bimbingan, melakukan pendampingan untuk klien.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Bimbingan Keagamaan; Pecandu Narkoba; Institusi Penerimaan Wajib Lapor Pesantren Rehabilitasi Sosial NAPZA Al-Ma’laa.
Subjects: Filsafat, Dakwah, Pendidikan dan Pembaharuan Islam > Pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Bimbingan Konseling Islam (BKI)
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 25 Mar 2019 02:30
Last Modified: 25 Mar 2019 02:30
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/2212

Actions (login required)

View Item View Item