Desakralisasi Makna Belasungkawa pada Poster dalam Tragedi Kanjuruhan di Kalangan Netizen Twitter

Latifa, Siti Ilfa (2023) Desakralisasi Makna Belasungkawa pada Poster dalam Tragedi Kanjuruhan di Kalangan Netizen Twitter. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 01. COVER.pdf] Text
01. COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 02. ABSTRAK.pdf] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (362kB)
[thumbnail of 03. DAFTAR ISI.pdf] Text
03. DAFTAR ISI.pdf

Download (370kB)
[thumbnail of 04. BAB I.pdf] Text
04. BAB I.pdf

Download (704kB)
[thumbnail of 05. BAB II.pdf] Text
05. BAB II.pdf

Download (748kB)
[thumbnail of 06. BAB III.pdf] Text
06. BAB III.pdf

Download (601kB)
[thumbnail of 07. BAB IV.pdf] Text
07. BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 08. BAB V.pdf] Text
08. BAB V.pdf

Download (365kB)
[thumbnail of 09. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (500kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desakralisasi makna pada poster belasungkawa dalam tragedi Kanjuruhan di kalangan Netizen Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1. Bagaimana netizen twitter memaknai poster tragedi Kanjuruhan sebagai desakralisasi belasungkawa? 2. Mengapa netizen twitter memaknai poster tragedi Kanjuruhan sebagai desakralisasi belasungkawa?. Subyek penelitian ini adalah para netizen twitter yang memberikan komentar atau hanya mengetahui tentang poster belasungkawa dalam tragedi Kanjuruhan. Dalam penelitian ini terdapat tiga informan yang diwawancara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah adanya bentuk desakralisasi makna pada ucapan belasungkawa yang diposting oleh para politikus dalam tragedi Kanjuruhan. bentuk yang dapat dianalisis, yaitu: 1) pengurangan unsur agama; 2) pemakaian desain yang kurang etis; 3) komersialisasi belasungkawa; 4) penggunaan media sosial; 5) kurangnya kepatuhan terhadap norma budaya dan keagamaan di Indonesia. Ucapan belasungkawa tersebut berupa poster dengan desain yang menonjolkan foto diri para politikus. Untuk menganalisis adanya fenomena desakralisasi makna belasungkawa, komentar netizen di twitter menjadi salah satu sumber data dalam penelitian ini. Adapun alasan mengapa netizen twitter menganggap poster tersebut tidak pantas dan mengalami desakralisasi adalah karena hilangnya kesakralan dari suasana berduka dan ucapan belasungkawa sendiri. Hilangnya kesakralan ini disebabkan oleh tampilan poster yang seperti sedang mengkampanyekan wajah pejabat dan partai politikus yang berkaitan. Netizen twitter menilai bahwa para politikus sedang menarik perhatian publik demi keuntungan mereka tanpa memikirkan perasaan dari keluarga korban

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Rohimi, Primi
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Desakralisasi, Ucapan Belasungkawa, Poster, Netizen Twiter
Subjects: Ilmu-Ilmu Sosial > Interaksi Sosial > Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 30 Jan 2025 07:14
Last Modified: 30 Jan 2025 07:14
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/13444

Actions (login required)

View Item View Item