Ritual Malam 1 Suro di Sendang Bidadari Desa Daren Nalumsari Jepara Perspektif Aqidah Islam

Hajaroh, Siti Kholilatul (2024) Ritual Malam 1 Suro di Sendang Bidadari Desa Daren Nalumsari Jepara Perspektif Aqidah Islam. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[thumbnail of 1. BAGIAN DEPAN.pdf] Text
1. BAGIAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. ABSTRAK.pdf] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (367kB)
[thumbnail of 3. DAFTAR ISI.pdf] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of 4. BAB I.pdf] Text
4. BAB I.pdf

Download (577kB)
[thumbnail of 5. BAB II.pdf] Text
5. BAB II.pdf

Download (759kB)
[thumbnail of 6. BAB III.pdf] Text
6. BAB III.pdf

Download (470kB)
[thumbnail of 7. BAB IV.pdf] Text
7. BAB IV.pdf

Download (583kB)
[thumbnail of 8. BAB V.pdf] Text
8. BAB V.pdf

Download (370kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (480kB)

Abstract

Ritual Malam 1 Suro adalah ritual yang dilaksanakan pada suku Jawa tepat pada malam satu suro, sebagai sistem komunikasi simbolis yang dibangun secara kultural dengan berisikan puji-pujian dan doa seorang umat kepada tuhannya (Allah), juga memberikan rasa hormat kepada leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara empiris mengenai ritual malam 1 Suro Di desa Daren Nalumsari Jepara perspektif aqidah Islam, dengan fokus penelitian 1) bagaimana pelaksanaan ritual malam 1 suro di Sendang Bidadari desa Daren Nalumsari Jepara. 2) Bagaimana perspektif Aqidah Islam terhadap ritual malam 1 suro di Sendang Bidadari Desa Daren Nalumsari Jepara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan, dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, dan sumber data yang berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data melalui proses pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Semua prosesi ritual satu suro dilaksankan di Sendang Bidadari desa Daren Nalumsari tepat pada malam satu suro. Meliputi: doa bersama akhir dan awal tahun, tahlilan, tirakatan, manaqiban, kirab, lek-lekan, andong lampah, selametan, kidungan, sesuci, ziarah. Ritual dilakukan untuk memberikan rasa hormat kepada leluhur dan melestarikan warisan budaya para sesepuh atau nenek moyang. Tradisi ini sudah sangat kental dan masih digunakan sampai saat ini. Selain itu ritual berfungsi sebagai wadah refleksi dan aplikasi atau penghubung kehendak masyarakat desa Daren terhadap ajaran agama Islam kepada umat manusia untuk menyembah-Nya, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, meminta pertolongan, perlindungan, meminta pengampunan dari dosa, kesehatan, keselamatan, keturunan, menolak-balak, keberkahan hidup, rezeki, mengobati penyakit, sebagai kontrol sosial. (2) Tradisi ritual malam satu suro di Desa Daren tidak bertentangan dengan syariat agama Islam, karena pelaksanaan ritual dipimpin oleh tokoh agama yang benar-benar paham dan menguasai syariat-syariat agama Islam agar dalam pelaksanaan ritual tidak melanggar syariat dan aturan agama Islam. Tokoh agama memimpin pembacaan tahlil, sholawat dan doa, selalu mengingatkan bahwa setiap melakukan ritual dan tradisi apa saja harus berisi tentang puji-pujian kepada Allah dan meng Esakan Allah. Selain itu juga dianggap sebagai sarana membina solidaritas, gotong-royong, persatuan antara umat beragama.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Listiana, Anisa
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tradisi, Kepercayaan, Ritual Malam 1 Suro, Perspektif Aqidah Islam
Subjects: Akidah dan Ilmu Kalam > Kepercayaan tentang hal-hal tertentu
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 30 Jan 2025 03:12
Last Modified: 30 Jan 2025 03:12
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/13433

Actions (login required)

View Item View Item