Praktek Mukhabarah Terhadap Akad Pelaksanaan Bagi Hasil Lahan Tambak Garam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati)

Azmi, Ardito Ulil (2023) Praktek Mukhabarah Terhadap Akad Pelaksanaan Bagi Hasil Lahan Tambak Garam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 1. BAGIAN DEPAN.pdf] Text
1. BAGIAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. ABSTRAK.pdf] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (265kB)
[thumbnail of 3. DAFTAR ISI.pdf] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (263kB)
[thumbnail of 4. BAB I.pdf] Text
4. BAB I.pdf

Download (473kB)
[thumbnail of 5. BAB II.pdf] Text
5. BAB II.pdf

Download (939kB)
[thumbnail of 6. BAB III.pdf] Text
6. BAB III.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of 7. BAB IV.pdf] Text
7. BAB IV.pdf

Download (504kB)
[thumbnail of 8. BAB V.pdf] Text
8. BAB V.pdf

Download (342kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (439kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan praktek mukhabarah terhadap akad bagi hasil lahan tambak garam dan pandangan hukum islam terhadap pelaksanaan praktek mukhabarah terhadap akad bagi hasil lahan tambak garam di Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer yang digunakan yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik lahan tambak garam dan pengelola lahan tambak garam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kerjasama bagi hasil pengelolaan lahan tambak garam di Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati dilakukan dengan dua pertemuan, yaitu antara pemilik lahan dengan petani penggarap hanya menggunakan lisan saja. Sementara untuk pembagian hasil dilakukan diakhir setelah semuanya selesai seperti perjanjian yang sudah disepakati diawal ketika melakukan akad, yaitu dengan sistem bagi hasil 60:40. Namun bagi hasil pengelolaan lahan tambak garam di Desa Kertomulyo dalam hal penanggungan kerugian bertentangan dengan jumhur ulama, karema pada praktiknya jika terjadi kerugian maka yang menanggung adalah salah satu pihak saja, bisa dari pemilik lahan ataupun pengelola lahan. Dengan demikian ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Naim, Abdul Haris
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam, Bagi Hasil, Tambak Garam
Subjects: Fiqih, Hukum Islam > Muamalat, Muamalah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 09 Dec 2023 07:53
Last Modified: 09 Dec 2023 07:53
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/11690

Actions (login required)

View Item View Item