Studi Komparasi Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafii Ma’arif tentang Hubungan Islam dan Negara

Fauzian, Muhammad Fatwa (2023) Studi Komparasi Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafii Ma’arif tentang Hubungan Islam dan Negara. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[thumbnail of 01 COVER.pdf] Text
01 COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 02 ABSTRAK.pdf] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (72kB)
[thumbnail of 03 DAFTAR ISI.pdf] Text
03 DAFTAR ISI.pdf

Download (75kB)
[thumbnail of 04 BAB I.pdf] Text
04 BAB I.pdf

Download (98kB)
[thumbnail of 05 BAB II.pdf] Text
05 BAB II.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of 06 BAB III.pdf] Text
06 BAB III.pdf

Download (87kB)
[thumbnail of 07 BAB IV.pdf] Text
07 BAB IV.pdf

Download (277kB)
[thumbnail of 08 BAB V.pdf] Text
08 BAB V.pdf

Download (74kB)
[thumbnail of 09  DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (83kB)

Abstract

Skripsi ini menjelaskan pemikiran Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafii Ma’arif dalam melihat hubungan antara Islam dan negara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dalam pemikiran Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafii Ma’arif tentang hubungan Islam dan negara di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori politik Islam dan teori hubungan Islam dan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana teknik pengambilan datanya menggunakan studi pustaka dengan cara mempelajari dan menganalisis sumber-sumber yang terkait dengan masalah penelitian, jenis penelitian ini bersifat riset kepustakaan (Library Research). Dalam melakukan analisis data penulis menggunakan analisis deskriptif komparatif, yaitu dengan mendeskripsikan dan membandingkan bagaimana perkembangan pemikiran antara kedua tokoh dengan menggunakan teori sesuai dengan kerangka teoretis. Dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan, terkait persamaannya, pertama; keduanya sama-sama memiliki pandangan yang menolak adanya gagasan tentang negara Islam di Indonesia. Kedua; mereka tergolong kelompok moderat yang lebih condong dengan paradigma simbiotik dimana Islam tidak harus dijadikan sebagai dasar negara, karena pada dasarnya Islam bersifat universal yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Ketiga; terkait demokrasi, keduanya menekankan nilai-nilai substansi Islam seperti dalam mewujudkan kesejahteraan, persamaan, keadilan, kebebasan, musyawarah (syura) dan sebagainya daripada melakukan formalisasi hukum Islam sebagai dasar negara. Keempat; pandangan terkait Pancasila, memiliki pandangan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan keputusan final dan tidak perlu diperdebatkan lagi, karena pada dasarnya nilai-nilainya sejalan dengan nilai-nilai Islam. Adanya Pancasila sebagai dasar negara yang sejalan dengan nilai-nilai Islam berfungsi sebagai etika moral dalam tuntunan perilaku masyarakat suatu negara. Sedangkan perbedaannya, Abdurrahman Wahid memandang partai politik sebagai wadah berhimpun bagi setiap warga negara Indonesia tanpa membeda-bedakan asal-usul, suku, ras, golongan, agama, dan profesi. Sementara Ahmad Syafii Ma’arif memandang dalam politik yang paling utama diperjuangkan adalah nilai-nilai etikanya, bukan politik.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Dewi, Siti Malaiha
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pemikiran Politik, Abdurrahman Wahid, Ahmad Syafii Ma’arif, Islam, Negara
Subjects: Sosial dan Budaya Islam
Sosial dan Budaya Islam > Politik Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Pemikiran Politik Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 21 Oct 2023 03:29
Last Modified: 21 Oct 2023 03:29
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/11074

Actions (login required)

View Item View Item