ANALISIS FATWA MUI TANGGAL 2 JUNI 1988 TENTANG HUKUM MEMERANKAN NABI/RASUL DALAM FILM RELEVANSINYA DENGAN PANDANGAN TOKOH NAHDLATUL ULAMA, MUHAMMADIYAH DAN SYI’AH DI DESA BANGSRI KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA

INDAH WULANDARI, DINI (2016) ANALISIS FATWA MUI TANGGAL 2 JUNI 1988 TENTANG HUKUM MEMERANKAN NABI/RASUL DALAM FILM RELEVANSINYA DENGAN PANDANGAN TOKOH NAHDLATUL ULAMA, MUHAMMADIYAH DAN SYI’AH DI DESA BANGSRI KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA. Undergraduate thesis, stain kudus.

[thumbnail of 01 Cover.pdf] Text
01 Cover.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 02 ABSTRAK.pdf] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (379kB)
[thumbnail of 03 DAFTAR ISI.pdf] Text
03 DAFTAR ISI.pdf

Download (387kB)
[thumbnail of 04 BAB I.pdf] Text
04 BAB I.pdf

Download (460kB)
[thumbnail of 05 BAB II.pdf] Text
05 BAB II.pdf

Download (665kB)
[thumbnail of 06 BAB III.pdf] Text
06 BAB III.pdf

Download (395kB)
[thumbnail of 07 BAB IV.pdf] Text
07 BAB IV.pdf

Download (675kB)
[thumbnail of 08 BAB V.pdf] Text
08 BAB V.pdf

Download (386kB)
[thumbnail of 09 DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (383kB)

Abstract

Rasulullah SAW adalah junjungan dan imam besar umat Islam. Beliau merupakan contoh bagi para umat Islam di dunia. Perilaku mulai dari tutur dan tindakannya juga diabadikan dalam Al-Quran, Hadits. Beberapa orang juga mencoba menuliskan kembali melalui buku-buku sejarah. Tak hanya itu saja, kemajuan teknologi juga memacu beberapa sineas untuk menceritakan ulang kisah tentang Nabi Muhammad lewat film. Sayangnya banyak kontradiksi yang terjadi ketika memfilmkan kisah Nabi Muhammad. Semisal larangan untuk memvisualisasikan Beliau dan beberapa tokoh agama masih pro dan kontra dengan hal tersebut. Pasalnya tak ada manusia yang memiliki kesucian layaknya Beliau, hingga tak ada yang layak memerankan karakternya di dalam film. Selain itu, juga ada kecurigaan bahwa film tersebut nantinya akan membuat salah tafsir penduduk dunia terhadap Islam. Meski begitu, ada beberapa rumah produksi yang masih membuat film tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada pandangan tokoh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Syi’ah di Bangsri Kabupaten Jepara terhadap fatwa MUI tanggal 2 Juni 1988 tentang hukum memerankan Nabi/Rasul dan Orang Suci dalam film. Jenis penelitian ini adalah field researh atau penelitian lapangan yang diperkaya dengan data kepustakaan. Data penelitian ini adalah data yang relevan dari lapangan dengan teknik wawancara dengan tokoh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Syi’ah di Bangsri Kabupaten Jepara dan data dari literatur-literatur yang berhubungan dengan subjek penelitian Setelah dilakukan penelitian, hukum memerankan Nabi/Rasul dan orang suci dalam film menurut tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah adalah haram dan sangat setuju dengan fatwa MUI, sedangkan menurut tokoh Syi’ah boleh dan sangat tidak setuju dengan fatwa MUI.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Fatwa MUI: Film: Nabi: Nahdlatul Ulama: Muhammadiyah dan Syi’ah
Subjects: Fiqih, Hukum Islam > Fiqih dan berbagai faham/mazhab
Fiqih, Hukum Islam > Aspek fiqih lainnya
Aliran dan Sekte dalam Islam > Syi’ah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 04 Feb 2017 05:15
Last Modified: 04 Feb 2017 05:15
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/380

Actions (login required)

View Item View Item