Pembacaan Rutinan Asma’ul Husna Nailul Muna di Pondok Pesantren Kulon Banon Kajen Margoyoso Pati (Studi Living Qur’an)

Najib, Muhammad Ainun (2024) Pembacaan Rutinan Asma’ul Husna Nailul Muna di Pondok Pesantren Kulon Banon Kajen Margoyoso Pati (Studi Living Qur’an). Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 2. ABSTRAK.pdf] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (269kB)
[thumbnail of 3. DAFTAR ISI.pdf] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of 4. BAB I.pdf] Text
4. BAB I.pdf

Download (326kB)
[thumbnail of 5. BAB II.pdf] Text
5. BAB II.pdf

Download (537kB)
[thumbnail of 6. BAB III.pdf] Text
6. BAB III.pdf

Download (262kB)
[thumbnail of 7. BAB IV.pdf] Text
7. BAB IV.pdf

Download (926kB)
[thumbnail of 8. BAB V.pdf] Text
8. BAB V.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (273kB)

Abstract

Pembacaan Rutinan Asma’ul Husna Nailul Muna yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Kulon Banon Margoyoso Pati sudah berlangsung sejak lama. Fenomena pembacaan Asma’ul Husna Nailul Muna termasuk dalam kategori Living Qur’an. Living Qur’an merupakan Praktik mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif, yakni data dipaparkan dalam bentuk deskripsi menurut bahasa, cara pandang subjek penelitian. Sedangkan sumber data yang diperoleh berasal dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer diperoleh dari lapangan secara langsung, dimana tempatnya adalah Pondok Pesantren Kulon Banon. Sedangkan sumber sekundernya berbagai literature yang memiliki relevansi terhadap penelitian. Data diperoleh dari melakukan observasi, wawancara lalu dokumentasi. Data tersebut akan dianalisis dengan reduksi data (memilah data), display ( penyajian data), dan kesimpulan. Sedangkan sebagai pisau analisisnya dengan menggunakan teori social dari Karl Mannheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pembacaan Asma’ul Husna Nailul Muna. bisa diamalkan oleh siapapun tanpa ada syarat- syarat khusus seperti ijazah dan lain- lain. Dalam penerapannya pembacaan Asma’ul Husna Nailul Muna dibaca santri Pondok Pesantren Kulon Banon dilakukan setelah selesai Sholat Shubuh Berjamaah. 2) Makna Pembacaan Asma’ul Husna Nailul Muna terbagi menjadi tiga makna sesuai dengan teori Karl Mennhein. Pertama, makna Objektif dimana dalam melaksanakan pembacaan rutinan Asma’ul Husna Nailul Muna merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti seluruh santri dan pengurus Pondok Pesantren Kulon Banon. Kedua, makna ekspresif, yaitu makna apa yang ingin diungkapkan oleh pengamal Asma’ul Husna Nailul Muna, pengamal Asma’ul Husna Nailul Muna memiliki motivasi tersendiri mengamalkannya untuk memohon segala sesuatu mulai dari keselamatan beragama, perlindungan dari musuh, hingga kebahagiaan dunia dan akhirat. ketiga, Makna dokumenter yakni secara sadar ataupun tidak sadar sudah menjadi rutinan/budaya yang dilakukan santri Pondok Pesantren Kulon Banon

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Amiruddin, Muh
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Asma’ul Husna Nailul Muna, Living Qur’an, Teori Karl Mannheim
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an > Keutamaan Al-Qur’an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an > Ilmu Tafsir
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Kritik & Komentar Mengenai Al-Qur’an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 14 Jul 2025 07:46
Last Modified: 14 Jul 2025 07:46
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/14604

Actions (login required)

View Item View Item