Makna Simbolik Tradisi Mendhem Ari-Ari di Kabupaten Demak dalam Perspektif Teologi Islam Nurcholish Madjid

‘Arifah, A’yunil Mushthofiyah (2024) Makna Simbolik Tradisi Mendhem Ari-Ari di Kabupaten Demak dalam Perspektif Teologi Islam Nurcholish Madjid. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[thumbnail of 01.COVER.pdf] Text
01.COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 02.ABSTRAK.pdf] Text
02.ABSTRAK.pdf

Download (763kB)
[thumbnail of 03.DAFTAR ISI.pdf] Text
03.DAFTAR ISI.pdf

Download (862kB)
[thumbnail of 04.BAB I.pdf] Text
04.BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 05.BAB II.pdf] Text
05.BAB II.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 06.BAB III.pdf] Text
06.BAB III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 07.BAB IV.pdf] Text
07.BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 08.BAB V.pdf] Text
08.BAB V.pdf

Download (972kB)
[thumbnail of 09.DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
09.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik tradisi mendhem ari-ari yang sudah dilakukan masyarakat Kabupaten Demak secara turun temurun. Selain itu, akan mengetahui pandangan para tokoh agama dalam menanggapi tradisi tersebut menurut ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan model pendekatan kualitatif lapangan (fild research) dengan analisis fenomenologi untuk mengetahui kejadian yang terjadi dari sudut pandang seseorang yang bersangkutan yakni terdiri dari informan 3 dukun bayi, 2 tokoh agama, 2 sesepuh desa atau tokoh masyarakat, dan 1 masyarakat lokal di Kabupaten Demak yang telah melaksanakan tradisi mendhem ari-ari. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis penelitian ini menggunakan model data Miles dan Huberman, kemudian dikaitkan dengan teori teologi Islam Nurcholish Madjid terhadap tradisi mendhem ari-ari, yakni mengenai konsep ketuhanan dan spiritualisasi yang didasarkan pada kepercayaan masyarakat. Hasil penelitian ini pertama, tradisi mendhem ari-ari yang merupakan suatu kegiatan dilaksanakan oleh orangtua atau saudara laki-laki dari si jabang bayi, dalam pelaksanaannya perlu mempersiapkan perlengkapan serta penempatan dalam penguburan ari-ari. Perlengkapan tersebut sebagai syarat pengharapan yang disimbolkan dari benda-benda yang diikut sertakan dalam mengubur ari-ari dan simbol tersebut memiliki makna tertentu. Pelaksanaan tradisi ini terdapat penempatan dalam mengubur ari-ari yang tidak boleh sembarangan sebagai bentuk kemuliaan. Pelaksanaan tradisi mendhem ari-ari dilakukan saat ari-ari sudah lahir bersama bayi. Kedua, pandangan teologi Islam terhadap tradisi mendhem ari-ari merupakan budaya yang menjadi bagian dari hukum adat, khususnya bagi masyarakat Jawa di Demak. Nurcholish Madjid mengartikan Islam sebagai agama yang universal. Mengenai hal ini, terdapat faktor internal (terjadi dalam diri sendiri) dan faktor eksternal (murni karena turun temurun) yang mempengaruhi kepercayaan tradisi mendhem ari-ari, sehingga saat ini masih tetap dilakukan. Dengan demikian, maka benda yang terdapat dalam tradisi mendhem ari-ari menjadi sarana memuliakan ari-ari dan menemani selama dalam kandungan, serta sebagai menghormati tradisi leluhur nenek moyang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Contributors
Email
Thesis advisor
Farihah, Irzum
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Makna simbolik, Nurcholish Madjid, teologi Islam, tradisi mendhem ari-ari
Subjects: Sosial dan Budaya Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 17 Mar 2025 04:40
Last Modified: 17 Mar 2025 04:40
URI: http://repository.uinsuku.ac.id/id/eprint/14029

Actions (login required)

View Item View Item